Sosperda No 5 Tahun 2015, DPRD Medan Renville Napitupulu ST Siap Bantu DTKS Masyarakat Lingkungan I Pulo Brayan

MEDAN, Noktah Sumut.com -24/9/2022- DPRD Medan Renville Napitupulu ST melaksanakan Agenda Sosialisasi Perda (Sosper) No 5 Tahun 2015 Warga sangat berterimakasih  dengan semangat antusias warga agenda di Lingkungan I Jln KL Yos Sudarso Pulo Brayan Kota Medan, Sabtu, (24/9/2022). Secara Umum Kemiskinan merupakan hal kondisi seseorang atau sekelompok masyarakat tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat.  Agenda tersebut dihadiri ratusan warga,  Camat Medan Barat yang yang diwakili Ibu Hesty, Dinas Kependudukan, Dinas Catatan Sipil, Dinas Pendidikan dan Personil OPD Kependudukan, Kepala Puskesmas, BPJS, Camat, Lurah yang diwakili dan Kepala Lingkungan Bapak Ferdy Lumban Batu.

Dalam kesempatan tersebut Renville Pandapotan ST dalam acara Sosper Perda No 5 Tahun 2015 tentang Hukum Kemiskinan memaparkan secara luas “Saya pertama hadir ke sini sangat tepat untuk mengetahui bahwa masyarakat itu punya Hak mendapat perlindungan baik dari segi kesehatan, kesejahteraan dari pemeritah itu harus digaris bawahi karena masyarakat punya kewajiban bagi pemerintah untuk rakyat, kalau banyak Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu naik kereta tentu banyak parkir itu masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan, itu namanya retribusi parkir pinggir jalan,” tuturnya.

Kalau kita rajin bayar uang sampah, retribusi sampah namanya masuk ke PAD Kota Medan. Jadi dari situ masyarakat banyak mendapat perlindungan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat itu merupakan Hakikah”Saya mengucapkan banyak terimakasih datang hadir di sini dari Dinas Kesehatan Puskesmas Pulo Brayan Kota hadir di sini dapat memberikan info kepada Masyarakat, dari Camat yang diwakili Ibu Hesty, perwakilan dari Kelurahan Ibu Br Manurung, Kepling Ferdi Marbun Lumban Batu, Dinas Sosial, masalah DTKS (Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial) Daftar orang tidak mampu Sekota Medan Tahun 2019 jumlah orang miskin 127 Kartu Keluarga setelah berlalu tiga tahun,” tuturnya.

Kemudian saat ini orang miskin bertambah jumlahnya menjadi 180 ribu Kartu Keluarga jadi bertambah 50 ribu lebih karena peristiwa Covit kemarin. Daftar DTKS sangat berhubungan sekali dengan masalah kemiskinan. Kita tak usah dulu membicarakan bantuan dari pemerintah kalau kita tidak ada di DTKS. “Adapun bantuan dari Pemeritah yaitu: BPNT (Bantuan Pemerintah Non Tunai) tiap bulannya. Bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) yang diterima masyarakat 4 kali dalam setahun, bagi Ibu yang punya anak masih balita atau bagi Ibu yang lagi mengandung punya balita dapat Rp3 juta 1 Tahun, Kaum Disabilitas, Lansia, KIP, SKTM bila terdaftar di DTKS. Bagaimana cara mendaftarkannya kita bahas di sini sebab bantuan ini di bawah Kementerian Pusat bukan dari Dinas Sosial Kota Medan,” tuturnya lagi.

Kalau ada sebelumnya dapat bantuan dan kini tak dapat bantuan dimungkinkan adanya perubahan data kependudukan. Dinas Pendidikan ada beberapa Produk yang bisa kita ketahui di Banggar atau Badan Anggaran juga,”Bagaimana mengurus KIP melalui ATM oleh Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi bagaimana UMKM tetap juga mendapat bantuan dari Pemerintah. Seharusnya Pak Camat dan Pak Lurah harus hadir di sini karena ini warga mereka. Tahun 2019 jadi Anggota DPRD Medan pertama kali secara tak sengaja tapi saya akan fokus bagi warga yang tidak mampu, bidang saya bukan kemiskinan tapi bidang saya Infrastruktur jalan, parit dll di Komisi IV.,” tutur DPRD.Medan yang terkenal vokal membela warganya.

Renvile bertanya pada warga, “Apakah Dinas Pertamanan kemarin ada datang ke sini?” Lalu warga menjawab “Belum ada!”

Masalah Bidang Kemiskinan adalah wewenang Komisi II namun karena masalah bantuan adalah hal yang menarik bagi Renville, “Saya Sosialisasikan nantinya juga di Badan Anggaran, karena saya bagian dari anggota Banggar. Kalau ada masalah infrastruktur di sini biar saya coba bantu karena saat  ini bukan agenda Reses. Jadi kalau ini masalah Reses jelas di situ ada keluhan masyarakat kita akan tampung dan kita ajukan ke Dinas PU. Tapi tidak apa apa saya sudah kenal tempat ini, saya tidak tau celah dari mana masuk ke sini. Saya berjanji pasti akan datang ke sini, saya bersyukur dan kenal tempat ini,” tuturnya penuh simpati.

Terkait masalah keluhan warga yang sudah dan belum terdaftar di DTKS belum mendapat bantuan Renville mengharapkan peran serta aktif Camat, Lurah dan Kepling, memberikan peran serta serius dan fokus agar warga tidak merasa kecewa berat terhadap Pemerintah Pusat maupun Pemko Medan,
“Saya meminta semua OPD maupun Kepling yang hadir di sini mendata warga yang tidak mampu, kalau ada yang sudah meninggal tolong dicoret sehingga dalam data base dimasukkanlah warga miskin yang butuh bantuan,” ujar Renville sekaligus mengatasi masalah infrastruktur.

Ditambahkannya bahwa terkait penerangan lampu jalan dan foging, Renville menegaskan lagi,

“Saya berjanji akan datang lagi ke tempat ini membantu memberikan perhatuan untuk infrastruktur dan bantuan foging untuk menghindari penyakit demam berdarah dan saya ikut  turun ke sini, menggunakan bahan foging tanpa mengeluarkan suara-suara ribut menggunakan gas tanpa mengganggu warga sekitar yang sedang tidur, karena memberikan foging ke wargalah saya sadar bisa jadi Anggota DPRD Kota Medan, maka  saya tidak akan berjanji palsu,” imbuh Renville seraya berfose bersama warga.

Wargapun pulang dengan sukacita seraya warga mengucapkan banyak berterimakasih karena Renville Napitupulu ringan tangan mau datang lagi.

Sri Sahati/Nurlince Hutabarat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.jelajahnews.id/