Saat Reses Mulia Syahputra Nasution, Masalah Infrastruktur dan Kesehatan Dikeluhkan Warga Polonia

Saat pelaksanaan reses anggota DPRD Medan Mulia Syahputra Nasution SH MM, masalah infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan dan publik banyak dikeluhkan warga. Masyarakat berharap dengan adanya reses, persoalan di tengah masyarakat dapat segera diperbaiki.

Seperti keluhan warga Polonia terkait kondisi badan Jalan Cinta Karya s/d Jl Mawar lingkungan I Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia rusak parah dan berlobang lobang. Kondisi jalan rusak sangat mengganggu pengguna jalan apalagi tergenang air sering terjadi kecelakaan.

Keluhan itu disampaikan Prayetno warga Gg Seram kepada anggota DPRD Medan Mulia Syahputra Nasution SH MM saat mengikuti reses masa sidang ke III sesi ke II Tahun ke 4 Tahun 2023 Dapil V di Jl Starban Gg Lurah, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (10/12/2023) siang.

Prayetno minta kepada Mulia Syahputra dapat memfasilitasi ke Pemko Medan percepatan perbaikan. Disebutkan,  jalan Cinta Karya yang rusak sekitar 50 meter. Sama halnya Gg Seram mengalami kerusakan yang sama dan butuh perbaikan.

Keluhan yang sama juga disampaikan Susanti dengan kerusakan badan jalan di Gg Terusan Kelurahan Polonia. Selain jalan rusak juga parit tidak berfungsi mengakibatkan banjir dan limbah kotoran meluber masuk rumah. Susanti berharap ada perbaikan.

Masih terkait keluhan soal infrastruktur, Rosmani Harefa megeluhkan kondisi rumahnya di Gg Terusan di lingkungan 1 Kelurahan Polonia pinggir sungai  terancam roboh/longsor akibat erosi. Rosmani minta kepada Mulia untuk berkenan memfasilitasi ke Badan Wilayah Sumatera (BWS) agar dilakukan perbaikan.

“Kami takut rumah kami tergerus arus sungai. Kami orang susah dan suami saya sakit sakitan. Kami berharap agar pinggir sungai diberonjong,” harap Rosmani.

Selain itu, terkait pelayanan kesehatan juga dikeluhkan warga, seperti keluhan Rahmiati warga Gg lurah mendapat penolakan dari RS M karena menggunakan program UHC. Sehingga, menurut Rahmiati yang membawa anaknya berobat 25 Nopember lalu terpaksa melunasi tunggakan BPJS Mandiri dulu baru diterima.

“Pihak RS mengatakan tidak menerita peserta UHC alasan belum terkoneksi,” beber Rahmiati.

Aspirasi lain juga disampaika Sumini warga Gg Lurah, banyak warga Lansia di lingkungan 1 Kelurahan Polonia yang belum pernah bantuan. Sumini berharap adalah perhatian dari Pemko Medan.

Menyahuti beragam keluhan warga, Mulia Syahputra Nasution SH MM (Gerindra) menyebut akan mentabulasi seluruh aspirasi yang akan ditindaklanjuti guna perbaikan.

Sedangkan terkait bantuan untuk Lansia, Mulia minta kepada Kepling agar dilakukan pendataan kembali. “Karena tahun 2024 nanti, jumlah Lansia yang mendapat bantuan bertambah dari 1500 menjadi 2000 orang,” terang Mulia Syahputra. (Sri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.jelajahnews.id/