Caleg Dapil 1 Kota Medan Dona Steven Yosua Hutabarat & Inggrid Hutabarat Caleg Dapil Sumut 1 B Siap Kolabòrasi Laksanakan Amanah

MEDAN, Noktahsumut.com –Dona Steven Yosua Hutabarat SH (panggilan Yosua) Caleg Dapil 1 Kota Medan Periode 2024-2029 yang berkolaborasi dengan Inggrid Hutabarat Caleg daerah untukTingkat 1 Sumut BKegiatan dua pasangan Caleg ini dari Partai Gerindera, melaksanakan amanah membantu untuk kesehatan warga menuturkanKita sejujurnya untuk agenda Fogging atau pengasapan adalah tindakan pengasapan dengan bahan insektisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk khususnya pembawa (vektor) penyakit Demam Berdarah (DBD)” tutur Yosua Hutabarat

Dituturkan Yosus bahwa
“Pelaksanaan fogging dapat dilakukan 2 kali dengan jeda waktu 1 minggu, ketika wabah DBD sedang meningkat, atau ketika sedang musim hujan karena dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” tutur Yosua

Ditambahkannya Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Fogging Terdapat penderita positif DBD Berdasarkan laporan kasus DBD dari Puskesmas. 2. Lembar diagnosa/anamnese dokter. 3. Hasil pemeriksaan laboratorium.
Orang lain juga bertanya
Bagaimana cara fogging yang benar?
Apa yang harus dilakukan sebelum fogging?
Menurut Josua Huabarat,

*PRA FOGGING/SEBELUM FOGGING (JAM 06.30 PERSIAPAN HARUS SUDAH SELESAI)*

Memindahkan sementara balita, orang jompo, dan orang sakit dari rumah. Membuka semua pintu kecuali pintu belakang. Menutup semua jendela.Menutup makanan, bahan makanan, air minum dan bahan lain yang mudah terbakar. Menggulung gorden pintu dan jendela

Berapa lama bau asap fogging hilang?
Dilakukan dengan radius 200 meter dengan tujuan membunuh nyamuk dewasa yang melewati siklus pertumbuhan. Asap fogging akan menghilang sekitar 1-2 jam pasca penyemprotan,” imbuh Dona Stefani Yosua SH Putra Mayjend Purn Felix Hutabarat dan Ibu Br Silalahi, sedangkan Opungnya Letkol Pol Purn Hutabarat V Br Sibarani.

Selanjutnya Inggrid Herlina menjelaskan
“Pentingnya buang darah kotor Fashdu yang merupakan metode pengobatan alternatif yang dilakukan dengan mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Terapi Fashdu dipercaya dapat mengobati berbagai jenis penyakit, seperti kolesterol tinggi, asam urat, stroke, dan lainnya,” jelas Inggrid

Disebutnya bahwa “Kita telah menggelar pelaksanakan di berbagai tempat di Kota Medan dengan buang darah kotor dari kaki kisaran 8 ribu orang lebih guna semakin sehat,” tutur Inggrid, di Perkampungan Kodam Medan, Kamis (28/9/2023)

Salomo Simorangkir/Srisahati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.jelajahnews.id/