Ketum AJH: Sumut Darurat Judi

Medan – NoktahSumut, Ketua Umum DPP Aliansi Jurnalis Hukum Indonesia (AJH) menyebut kalau Provinsi Sumatera Utara darurat perjudian.
Ketum AJH sangat menyayangkan praktek perjudian di Sumut terkesan ada pembiaran, padahal Pemimpin di Sumut ini diisi oleh pejabat berbintang alias para Jenderal.

Disebut Dofu juga kalau ada para Pemimpin itu adalah Kapolda Sumut Panca Putra Simanjuntak yang berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) “ bintang dua “, ada juga Pangdam I Bukit Barisan berbintang dua, Pangkoarmada I Laksamana Muda “ Bintang Satu “ dan ada juga Gubernur Sumut mantan Pangkostrad berpangkat Bintang tiga.

Namun sangat disayangkan kata Dofu dengan masih maraknya tempat perjudian beroperasi di Sumut apalagi di Kota Medan dan sekitarnya.

“Sebenarnya kalau dikatakan darurat narkoba kan iya, tapi bukti nyata kinerja kepolisian menangani narkoba kan nampak karena banyaknya tangkapan narkoba. Tapi malam hari ini saya mau menekankan bahwa Sumut darurat Judi.

Dalil saya mengatakan itu kan karena judi nyaris ada dimana mana, kawan-kawan wartawan kan tau dimana titik titiknya itu. Pertimbangan kita dari perkumpulan Aliansi Jurnalis Hukum mengatakan kan karena judi ada dimana mana. Tidak semua daerah memang kita lakukan investigasi namun di beberapa daerah sudah kita investigasi” ujar Dofu kepada wartawan Rabu malam 01 Desember 2021 di salah satu Kedai kopi tempat mangkal para wartawan media online lokal di Medan.

Dia juga mengkhawatirkan keresahan masyarakat akibat maraknya tempat perjudian di Sumut.
” Namun sudah kita cek di beberapa titik, sekalipun masyarakat resah tapi tetap saja eksis beroperasi judi itu kan,. Jadi dalam hal ini saya sebagai Ketua perkumpulan Aliansi Jurnalis Hukum sangat menyayangkan pemimpin di Sumatera Utara ini penuh dengan bintang, yang saya maksud kepangkatan, Kapolda kan dipimpin oleh bintang dua, panglima kodam kan dipimpin oleh bintang dua, mantan pangkostradkan Edy Rahmayadi itu bintang tiga yang menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara,” jelasnya.

Dofu pun menilai ada kesan pembiaran sehingga perjudian di Sumut tidak bisa di sapu bersih.

“Ini terkesannya, ada pembiaran, oleh karenanya pada momen operasi patuh toba sebenarnya tidak melulu tentang PPKM tapi sebenarnya penyakit masyarakat itu yang difokuskan penegakkan hukumnya. Jadi yang saya jelaskan ini adalah penyakit masyarakat, judi itu salah satu penyakit masyarakat, ” jelasnya.

Dofu sendiri berharap agar para Pemimpin jajaran Forkopimda yang ada di Sumatera Utara bersatu dan kompak memberantas judi di Sumut seperti yang pernah dilakukan mantan Kapoldasu dan mantan Kapolri sebelumnya Sutanto.

“Harapan saya Forkopimda kompaklah, jangan ada lagi judi di provinsi sumatera utara, basmi tuntas seperti yang dicontohkan oleh mantan kapolda yang dulu pak Sutanto, itu sangat kita apresiasi itu, tindakan itu, ” beber Dofu.

Dofupun mengibaratkan kalau judi tidak bisa diberangus, maka lebih baik judi itu di lokalisasi seperti di negara lain.

Menurutnya kalau judi dilokalisasi di satu tempat, maka dapat menaikkan pendapatan asli daerah. Itupun kata Dofu kalau tidak bisa lagi dihentikan praktek perjudian di Sumut.

Dofu sendiri mengaku telah merangkum pemberitaan media-media online lokal terkait perjudian di Sumut dan yang paling banyak katanya berada di wilayah Kota Medan, Binjai Deliserdang, Siantar, Simalungun, Karo, dan Dairi.

Adapun jenis perjudian yang sering diberitakan media lokal di Sumut yaitu perjudian yang menyaru tembak ikan, kemudian ada juga perjudian jenis toto gelap atau togel, Ada juga beberapa lokasi yang menyediakan tempat perjudian seperti mirip las vegas diluar negeri dimana penjagaannya sangat ketat.

Bahkan belakangan emak emak pun turun langsung menghancurkan peralatan perjudian tembak ikan ikan karena sudah meresahkan para ibu rumah tangga dan merusak remaja anak sekolah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.jelajahnews.id/